Even If We’re Destiny

Author                                  : Yoon MinHyo^^

Cast                                       :

  • Miss A’s Suzy   a.k.a  Suzy
  • EXO K’s Sehun  a.k.a  Sehun

Support Cast                      :

  • EXO M’s Luhan a.k.a Luhan

Genre                                   : Sad,Angst,Romance,Drama

Rate                                       : PG-13 / T

Length                                  : Oneshoot

Note                                      : Semua Cast milik Keluarga dan Management-nya kecuali Luhan punya Author kkkk~ Happy Read^^

Recc Song~                         : U-KISS – 0330 (^^author bikin ff ini sambil dengerin lagu ini hehe)

Suzy’s Pov

Ting Tong…..

“Suzy-ya!!!Tolong buka pintunya!” Dapat kudengar suara teriakan Eomma dari dapur begitu mendengar suara bel berbunyi.

“Nae,Eomma!” Aku membangkitkan tubuhku dari sofa,lalu segera melangkahkan kaki ku menuju pintu depan, Aish siapa yang datang? apakah Sehun? bukankah Ia bilang Ia akan menjemputku pukul 5 PM? Pikirku dalam hati sambil membuka pintu depan dengan salah satu tanganku.

“Suzy-ya!” Seketika tubuh ku terasa membeku,dapat kulihat sesosok laki-laki yang sudah tidak muda lagi kini berdiri dihadapanku sambil tersenyum hangat.

“Suzy-ya!!siapa yang datang?!” Kini kembali dapat kudengar suara Eomma dari arah dapur yang sepertinya akan segera menuju kesini,kontan tubuhku pun segera tersadar begitu mendengar suara Eomma.

“Siapa yang datang Suzy-ya?!” Tanya Eomma lagi ketika posisinya kini sudah ada tepat dibelakangku, kini dapat kulihat kedua matanya membulat begitu melihat sosok Pria yang sudah ada dihadapannya itu.

“Kau!!apa yang kau lakukan disini?!” Eomma menatap Pria itu lekat-lekat,sementara aku hanya bisa terdiam melihat kejadian ini.

“Min Young-ah!Aku kemari karena ingin melihat Suzy!” Ucap Pria itu lembut,lalu memalingkan wajahnya padaku sambil tersenyum,”Suzy-ya!apa kau tidak merindukan,Appa?!”

Aku terhentak,bagaimana bisa aku tidak merindukan Appa?sudah hampir 10 tahun aku tidak bertemu dengannya,10 tahun lalu Eomma memutuskan untuk berpisah dengan Appa begitu mengetahui bahwa ternyata Appa sudah lama menikah lagi dengan wanita lain, semenjak itulah Aku sama sekali tidak pernah lagi berjumpa dengannya.

“Aku sangat merindukanmu,Appa!” Ucapku pelan, dapat kulihat bagaimana kini raut wajah Eomma nampak begitu sedih,”Eomma,Mianhe!” Ucapku kali ini pada Eomma.

Eomma tersenyum padaku,”Ahniyo,gwenchana Suzy-ya!Persilahkan Appa mu masuk!”

Aku kembali tersenyum pada Eomma,walaupun dari luar Eomma nampak tersenyum namun sebenarnya aku tau sekali Eomma pasti masih menahan rasa sakit hatinya,Gomawo Eomma,Batinku.

***

“Apa,yang membuat Appa tiba-tiba kembali ke Korea?” Tanyaku,ketika Appa kini sudah duduk dihadapanku.

Appa tersenyum,”Appa hanya ingin bertemu keluarga,Suzy-ya!”

Aku mengangguk pelan,”Appa kembali ke Korea bersama …..Mmm…orang itu?!”

“Nae,sudah sejak 3 tahun lalu,anak laki-laki Appa tinggal di Korea!” Ucapnya ragu-tagu, “Hmm Mianhe Suzy-ya!”

Aku cukup terkejut mendnegar penjelasan Appa barusan,Anak laki-lakinya? Jadi maksud Appa aku punya saudara laki-laki saa ini? Aish Pikirku dalam hati.

“Ahniyo,Arraso Appa!”

yo listen up this is my  tragic story just to break in my heart
na ajikdo noreul jiul su obso
jakkujakku niga senggangna

Dapat kudengar ponselku berbunyi,segera kuraih ponselku yang sedari tadi sudah terletak diatas meja, “Mianhe,Appa!” Ucapku pada Appa lalu segera berlalu dari hadapannya.

“Yeobboseyo?!”

“Yeobboseyo,Suzy-ya!” Terdengar suara seorang namja yang sangat kukenali dari sebrang sana,Ya Ia adalah Oh Sehun namjachinguku.

“Nae,Sehun-na?Ada Apa?!”

“Aku sudah ada di depan rumahmu,Suzy-ya!”

“Mwo?!” Aku cukup terkejut,lalu segera melirik ke arah jam dinding,Aigo!!kenapa waktu begitu cepat berlalu,Pikirku dalam hati.

“Arraso,Sehun-na!aku akan keluar sebentar lagi!” Kumatikan ponselku lalu segera berlari menuju kamar untuk bersiap-siap, Hari ini rencananya aku dan Sehun akan pergi jalan-jalan untuk merayakan kelulusan kami, tanpa terasa sudah hampir 1 tahun aku bersamanya dan kini kami akan segera menuju jenjang universitas,Aish bagaimana bisa waktu berlalu memang begitu cepat,Aku tersenyum dalam hati.

***

“Eomma,aku pergi dulu!” Pamitku pada Eomma yang nampaknya sedang bercakap-cakap dengan Appa, “Appa,Mian,aku harus pergi!” Kini giliran pada Appa aku harus berpamitan.

Eomma tersenyum padaku,”Bersama Sehun?!”

Aku mengangguk pelan,lalu tersenyum pada Eomma dan Appa,”Aku pergi dulu,annyeong!”

“Suzy-ya?!” aku menoleh begitu mendnegar suara Appa memanggilku.

“Nae,Appa?!”

“Kau akan pergi bersama siapa?!” Tanyanya lembut.

“Hmm bersama Oh Sehun,Appa!Ia namjachinguku!” Ucapku sambil sedikit tersipu,AIsh dasar aku ini memang yeoja pabo.

Appa menganggukan kepalanya pelan,Kini kulihat raut wajahnya menjadi cukup berbeda dengan raut wajahnya sedari tadi sepertinya Ia khawatir padaku,aku tersenyum, “Appa,tenang saja!aku akan baik-baik saja!Aku pergi dulu!”

Aku melangkahkan kedua kakiku menuju kesebuah mobil berwarna hitam yang sudah terparkir dihalaman rumahku, “Sehun-na!Mianhe!” Aku tersenyum pada Sehun yang masih duduk didepan kemudinya.

“Aish kau lama sekali!” Gumamnya pelan,aku hanya tertawa kecil melihat tingkahnya itu, entah sejak kapan keberadaan Sehun disisiku menjadi benar-benar begitu berarti.

***

Sehun’s Pov

“Sehun-na!Mianhe!” Suzy tersenyum padaku.

“Aish kau lama sekali!” Gumamku pelan, namun sepertinya Suzy dapat mendengarnya Ia hanya tertawa kecil .

Aku tersenyum melihatnya,rambut panjangnya Ia biarkan tergerai, Aish Suzy memang sangatlah cantik! pikirku dalam hati.

“Jadi sekarang kita akan pergi kemana?!” Suzy menatapku penuh harap.

Aku mengangkat bahu,”Molla! Kau mau kemana,Chagi-ya?!”

Ia terdiam mencoba berpikir,aku pun memutuskan untuk menjalankan mobil,” Yah,Kau putuskan saja selagi kita dalam perjalanan!” Ucapku,Ia mengangguk pelan.

“Sehun-na!” Aku menoleh padanya,tanpa kehilangan konsentrasi sedikitpun, “Hmm?!”

“Mm bagaimana jika kita ke Seoul Tower saja?!”

“Kau mau kesana?!” Tanyaku heran,tak biasanya Suzy ingin pergi ketempat yang ramai seperti itu.

“Nae,Kau mau kan?!”

“Nae,Nae,Nae!” Kini dapat kulihat sebuah senyum di wajahnya,”Sehun-na!” Panggilnya lagi, Aishh kenapa hari ini Suzy banyak sekali berbicara? Pikirku dalam hati.

“Mwo?Mwo?!”

Ia berdecak kesal,”Yak!!Kau Hish!”

Akuu tertawa melihat tingkahnya,”Nae,ada apa Suzy-ya?!”

“Hmm kau simpan dimana kaset U-kiss ku?!”

Aku menggeleng,”Molla,bukannya kau yang menyimpannya?!”

Ia mendengus kesal,”Aish aku benar-benar lupa!Ahh padahal aku ingin menyetelnya saat ini!”

Aku kembali meliriknya dengan tatapan heran,”Yak!!apa kau tidak bosan?mendengar lagu itu setiap kali?!”

“Ahni,aku suka sekali lagu itu?!”

“Waeyo?!”

Ia terdiam mencoba berpikir,”Hmm karena kau yang memberikan kaset itu padaku!”

“Hish,yeoja pabo!”

Ia memukul lenganku pelan,”Kau yang Pabo!”

“Ah Nae,Sehun-na!” Panggilnya lagi, Yakk!!!hari ini sudah berapa kali Ia memanggilku,Ia benar-benar cerewet kali ini,aku tertawa`dalam hati.

“Apa lagi,Suzy-yaaaa?!!”

“Karena kasetnya tidak ditemukan,bagimana jika kau saja yang menyanyikannya untukku,Sehun-na!”

Aku tersentak,”Yak!!Ige bwoya?aku sedang menyetir,Suzy-ya!”

“Oppa!” Kali ini Suzy menatapku sambil menunjukan aegyo-nya, Yak!!yeoja ini benar-benar.

“Andweyo!”

“Arraso,arraso!tapi kau harus berjanji Sehun-na!” Ia menatpku lekat-lekat.

“Apa lagi kali ini,chagi-ya?!”

“Kau harus menyanyikannya di hari anniversary kita!”

“Kapan?!”

“Yak!!kau benar-benar lupa!Aish keterlaluan sekali,kau dasar napeun namja!” Ia memukul lenganku pelan.

Aku tertawa,”Ahniyo,aku ingat!baiklah aku janji!”

“Jinjja?!” Ia menatapku dengan antusias, aku mengangguk pelan.

“Hoah!kau baik sekali….Sehun….. Oppa!” Ucapnya sambil tertawa.

***

Author’s Pov

Akhirnya setelah melewati perjalanan yang tidak cukup panjang kini Sehun dan Suzy akhirnya sampai juga di Seoul Tower.

“Huah!!aku suka sekali pemandangan malamnya!Sangat Indah!” Suzy membentangkan kedua tangannya, sambil menikmati pemandangan malam yang dipenuhi dengan lampu-lampu

Sehun keluar dari mobil,”Suzy-ya!kau ingin masuk kedalam?!”

Suzy menatap Sehun lalu tersenyum,”Andweyo!didalam pasti sangat ramai!Kita disini saja,Sehun-na?!”.

“Arrasso!” Ucap Sehun sambil tersenyum juga,”Wah!sudah cukup lama kita tidak kesini!”

“Nae,Kita terlalu sibuk belajar untuk ujian!”

“Hmm tapi seterusnya kita akan punya banyak waktu,jinjja?!”

Suzy kembali tersenyum,”Tentu saja!”

Selama beberapa saat mereka menikmati pemandangan Seoul Tower yang begitu indah, sebenarnya Suzy ingin sekali masuk kedalam tapi berhubung Ia tau Sehun tidak begitu suka keramaian,maka Ia putuskan untuk menikmati pemandangannya hanya dari luar.

“Suzy-ya!” Suzy menoleh pada Sehun yang kini sedang menatapnya lekat-lekat.

“Mwo?!”

“Suzy-ya….!” Sehun semakin menatapnya lekat-lekat.

“Aish,ada apa Sehun-na?!”

“Aku lapar,Lebih baik kita makan dulu!”

Suzy berdecak kesal,”Yak!!kau menakutiku!Arraso,Arraso, ayo kita makan!Kajja!”

***

Kini Sehun dan Suzy sudah berada disebuah restaurant yang terletak tidak jauh dari Seoul Tower.

“Sehun-na!Kau mau makan apa?!” Suzy menatap Sehun yang sedari tadi sedang sibuk membolak-balikan buku menu.

“Hmm aku ingin makan sushi,kau?!”

“Aku…ah aku ingin spaghetti!” Suzy menunjukan jemarinya pada sebuah gambar spaghetti yang ada dibuku menu.

“Baiklah!” Dengan segera Sehun memesankan pesanan mereka pada seorang pelayan, “Silakan ditunggu beberapa saat!” Ucap pelayan itu ramah.

“Kansahamnida!” Sehun balasa tersenyum.

Sambil menunggu pesanan mereka datang,Suzy terus menggunakan headset ditelinganya hingga membuat Sehun merasa di campakan, “Suzy-ya!”

“hmm?!” Suzy menoleh pada Sehun,tanpa melepas headsetnya itu.

“Yak!!jangan gunakan headset-mu saat sedang bersamaku!”

Kali ini Suzy segera melepas headsetnya,lalu menatap Sehun lekat-lekat,”Wae?waeyo?!”

Sehun berdecak kesal,”Ya!Tak ada alasannya!”

“Aish,ada-ada saja kau!”

“Suzy-ya?!” Sehun memanggil Suzy lagi.

“Mwo?!”

“Ah tadi,kenapa kau lama sekali?!”

Suzy menatap Sehun heran,”Kapan?Ah saat itu Yah….Mm!”

“Waeyo?!” Kini giliran Sehun yang menatap Suzy dengan antusias.

“Hmm,Appa ku tiba-tiba saja kembali!!” Ucap Suzy pelan.

“Huah,jinjja?kau pasti senang kan?!”

Suzy menggeleng,lalu mengangkat bahunya, “Molla!”

“Yak,Chagi-ya!jangan bersedih,Arra?!” Sehun mengacak-acak rambut Suzy lembut.

“Yak!!!kau membuat rambutku berantakan,Sehun-na!”

Suzy merapikan kembali rambutnya yang berantakan,sambil sesekali mendengus kesal, dan hal itu malah semakin membuat Sehun mengacak-acak rambutnya.

***

Sehun’s Pov

Setelah menghabiskan makan malam kami, dengan segera kami meninggalkan restaurant itu lalu berjalan- jalan sebentar sambiil mengelilingi Seoul Tower.

“Sehun-na!Sudah semakin larut,ayo kita pulang!” Ucap Suzy padaku sambil tersenyum.

“Hmm arrasso,Kajja!” Akhirnya kami pun memutuskan untuk segera pulang.

Setelah menempuh waktu yang tidak begitu lama akhirnya aku dan Suzy sampai juga didepan rumahnya dengan selamat.

“Sehun-na!Gomawo,sudah mengantarku!” Ia kembali tersenyum, Aishh senyumnya memang yang terbaik, pikirku dalam hati.

Aku balas tersenyum,”Bukan masalah!Kau segera masuk lah,Suzy-ya!”

“Kau pergi dulu baru aku akan masuk!”

Aku mengangguk pelan,Perlahan ku dekatkan tubuhku padanya hingga jarak yang cukup dekat ku tempelkan bibirku pada bibirnya yang mungil,tak lama segera kulepaskan ciumanku itu darinya,dapat kulihat kini wajahnya nampak memerah.

“Gwenchana?!” Tanya ku padanya disela-sela tawaku.

Ia memukul pelan lenganku, ”Yak!Pabbo-ya!Aish kenapa kau melakukannya didepan rumahku?! Bagaimana jika Eomma melihat?!Aishh aku malu!”

“Jadi bagimana jika kita melakukannya lagi?Hmm didalam mobil?!” Godaku, Wajahnya yang memerah benar-benar nampak lucu.

“Aishh,Jinjjaeyo?! Lebih baik kau cepat pulang,Sehun-na!”

“Arrasso,Arrasso,Aku pergi dulu Suzy-ya!” Ucapku padanya lalu kembali tersenyum jahil, ”Saranghae!” Bisiku pelan,lalu segera masuk kedalam mobil.

“Hati-hati,Sehun-na!Nado Saranghae!” Ucapnya sambil melambaikan tangannya begitu kujalankan mobilku,lalu menyempatkan menoleh untuk tersenyum padanya,Semoga hari-hari seperti ini akan terus berlanjut, Harap ku dalam hati.

Aku memutuskan untuk segera pulang kerumah,setelah beberapa saat akhirnya sampai juga aku disebuah Apartement yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah Suzy.

Dengan lemas kubuka pintu Apartement ku,yah sepertinya hari ini aku cukup lelah, namun seketika kedua mataku membulat begitu melihat sosok Eomma dan Aboeji yang sudah berdiri dihadapanku sambil tersenyum.

“Eomma?Aboeji?!Kapan kalian kembali?!” Tanyaku pada mereka, Aish sudah hampir 3 tahun kami tidak bertemu, aku benar-benar merindukan mereka.

Eomma memelukku,”Sehun-ah!Eomma sangat merindukanmu!”

Aku balas memeluknya,”Nae,Aku juga sangat merindukan Eomma!”

Akhirnya setelah beberapa saat Eomma melepaskan pelukannya,kami pun segera duduk disebuah sofa di ruang tamu apartement ku yang cukup besar, “Eomma,Aboeji?Apa yang membuat kalian tiba-tiba datang ke Korea?!”

“Kami hanya ingin bertemu denganmu,Sehun-ah!” Ucap Aboeji sambil tersenyum kecil.

“Jinjja?Aishh hari ini begitu membahagiakan!” Gumamku.

Eomma tersenyum padaku,lalu menatapku curiga,”Yak!Sehun-ah?apa yang membuatmu begitu bahagia hari ini? Jangan bilang kau…?kau sudah memiliki yeojachingu?!”

Aku tertawa ,”Yak!!Eomma itu rahasia!”

“Arraso,Arraso!” Ucap Eomma lalu bangkit dari sofa,”Eomma ingin ke mini market sebentar,Arra?!”

Aku menatap Eomma heran,”Eomma mau aku temani?!”

Eomma menggeleng,”Ahdwaeyo,kau pasti lelah Sehun-ah,Eomma bisa sendiri!”

“Baiklah!” Kulihat Eomma pergi meningglkan apartement ku, kini hanya tinggal diriku dan Aboeji yang sedang menatapku dengan tatapan aneh.

“Aboeji,Gwenchana?!” Tanyaku heran.

“Sehun-ah!”

“Hmm?!”

Aboeji nampak ragu-ragu,”Sehun-ah!Apa kau masih ingat ketika Aboeji bilang Aboeji memiliki anak perempuan?!”

Aku terdiam mencoba mengingat-ingat,Ah Ya aku ingat, Aku mengangguk pelan, “Lalu?!”

“Hari ini Aboeji,pergi menemuinya!Dia sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik!”

“Jinjja?Aboeji pasti senang kan?!”

Aboeji hanya terdiam menatapku aneh,”Apa yang terjadi,Aboeji?!” Tanyaku heran.

“Kau tau,Sehun-ah?Nama anak perempuan Aboeji adalah Bae Suzy!” Ucapnya pelan bahkan hampir tak terdengar, seketika kedua bola mataku membulat.

Kini giliranku yang menatap Aboeji lekat-lekat,”Aboeji bilang siapa?!”

“Bae Suzy,dia adalah anak perempuan Aboeji!Adik perempuanmu!” Kini dapat kurasakan tubuhku terasa mematung,darah ku terasa membeku,seperti ada sebuah busur panjang yang menusuk ke dadaku saat ini, Aboeji pastii salah,Batinku.

“A…Aboeji pasti salah kan?Aish bagaimana mungkin?!” Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa ini pasti sebuah kesalahan,namun sayang sekali dapat kulihat raut wajah Aboeji  menunjukan keyakinan.

“Sehun-ah!Aboeji harap kau bisa mengerti!”

Rasanya kini darahku yang tadinya terasa membeku berubah menjadi mendidih, “WAEYO,ABOEJI??! MENGAPA HARUS BAE SUZY?!!” Kesabaranku habis,rasanya semuanya terasa sangat tak masuk akal.

“Aboeji juga sama sekali tidak menyangka Sehun-ah! Aboeji sama sekali tidak pernah berpikiran bahwa kalian akan bertemu bahkan……saling jatuh cinta!” Kini dapat kulihat kesedihan juga menimpa Aboeji, namun rasanya saat ini dirikulah yang terasa paling sakit,mengetahui kebenaran yang begitu mengerikan seperti ini.

“Aboeji tau?aku bahkan sudah menjalin hubungan dengannya selama 1 tahun?!!Apa Aboeji tau bagaimana perasaanku?!”

“Sehun-ah!Tapi dia adik perempuanmu!” Ucap Aboeji pelan, Kini rasanya darahku seakan berhasil mencapai puncak kepalaku, kesabaranku benar-benar habis,”HENTIKAN!” Bentakku, Aku pun memutuskan untuk pergi meninggalkan apartement, aku tau betul Aboeji pasti juga merasakan kesedihan yang sama,tapi Bagaimana denganku? Aku mencoba mengatur kembali nafasku yang sudah ter engah-engah, Kuputuskan untuk mengendarai mobilku tanpa tujuan.

***

Author’s Pov

Sehun menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang begitu tinggi, Saat ini begitu banyak hal yang berkecamuk didalam pikirannya, Bagaimana bisa?baru saja hari ini Ia melewatkan hari bersama Suzy sebagai Namjachingunya,dan mulai sekarang statusnya akan segera berubah menjadi Oppa? Bagaimana lucu.

Ia terus menjalankan mobilnya dengan begitu cepat tanpa tujuan, Sehun menarik nafas dalam-dalam mencoba menenangkan pikirannyya, akhirnya Ia pun memutuskan untuk pergi ke suatu tempat satu-satunya yang bisa Ia datangi saat ini.

“Sehun-ah?!Apa yang terjadi padamu?Gwenchana?!” Saat ini Luhan cukup terkejut dnegan kedatangan Sehun ke apartementnya yang begitu tiba-tiba, tak biasanya Sehun datang secara mengejutkan,Pikirnya dalam hati.

Sehun berdiri di depan pintu apartement Luhan dengan tatapan yang begitu kosong,”Masuklah!” Ajak Luhan,mereka pun masuk kedalam Apartement Luhan yang cukup besar.

“Kau mau minum?Aku akan mengambilkan air untukmu!” Luhan segera melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur untuk mengambil segelas air, jujur saja saat ini Ia benar-benar khawatir melihat keadaan sahabatnya itu.

“Ini minumlah!” Luhan menyodorkan segelas air mineral,yang langsung diteguk habis oleh Sehun.

“Apa yang terjadi padamu,Sehun-ah?!” Luhan kembali menatap sahabatnya itu khawatir.

Sehun menggeleng pelan,”Semuanya benar-benar sudah berakhir!” Ucapnya pelan.

“Waeyo?Ceritakan padaku masalahmu!”

Sehun menarik nafas dalam-dalam,”Kau tau?bagaimana takdir begitu kejam mempermainkanku?!”

“Mwo?Apa yang kau maksud?!Sehun-ah?!”

“Takdir bahkan sudah memutuskan semua harapanku!”

Luhan berdecak kesal,kali ini Ia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang baru saja Sehun bicarakan, “Yak!!!berbicaralah yang jelas!aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau katakan!”

Sehun terdiam,”Kau bahkan tak akan pernah mengerti apa yang kurasakan,Luhan-ah!” Kali ini air mata Sehun mengalir dari pelupuk matanya,Bagaimana mungkin? Apa yang sebenarnya terjadi pada Sehun hingga Ia menangis seperti ini?Batin Luhan.

“Sehun-ah!Apa yang terjadi padamu?!Ah Arraso,jika kau tidak ingin cerita tak apa-apa! Beristirahatlah, kau bisa pakai kamar tamu untuk beristirahat!” Luhan akhirnya menyerah,Mungkin Sehun punya alasan sendiri untuk tidak menceritakan masalahnya,Pikirnya dalam hati.

“Suzy….Bae Suzy..!Kau percaya?Ia adalah adik perempuanku,Luhan-ah!” Sehun kembali menundukan kepalnya frustasi.

“Mwo?!” Kedua mata Luhan membulat begitu mendengar kalimat yang baru saja dilontarkan Sehun.

“Nae,Yeojachinguku ternyata adalah adik perempuanku?!Betapa lucu takdir mempermainkanku!”

Kali ini Luhan sama sekali tidak bisa berkata apa-apa,Ia benar-benar terkejut mendengar berita ini, dan Ia tau saat ini perasaan Sehun lah yang paling tersakiti, karena Ia tau betul bagaimana selama ini Sehun menyayangi Suzy.

“Luhan-ah!Katakan!Apa yang harus kulakukan begitu aku bertemu dengan Suzy?!” Tanya Sehun pelan, Ia benar-benar sudah nampak frustasi kali ini.

“Sehun-ah,coba tenangkan pikiranmu!Cobalah berpikir secara jernih Sehun-ah!” Luhan mencoba membuat Sehun merasa lebih baik.

“Aku rasa Suzy pasti bisa mengerti!” Ucap Luhan lagi,kali ini ia menepuk pundak Sehun,”Kau pasti bisa memutuskan mana yang terbaik untuk kalian!”

Sehun terdiam kali ini Ia mencoba untuk meluruskan semua pikirannya, Ia mencoba untuk berpikir jernih, Ia kembali menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.

“Luhan-ah,Gomawo!” Ucap Sehun,sebuah senyum pahit  kini terlukis diwajahnya.

“Untuk apa?!”

“Keputusanku untuk menemuimu memang sangatlah tepat,Gomawo!”

Luhan kembali menepuk pundak sahabatnya itu,”Bukan masalah besar,Itulah gunanya sahabat!”

Sehun bangkit dari sofa lalu segera meraih kunci mobilnya yang sedari tadi terletak di atas meja, “Yak!!Sehun-ah?!Mau kemana kau?!” Luhan menatap sahabatnya itu heran.

“Aku harus menemui Suzy!”

“Tapi lihat!sekarang sudah jam berapa?!Ini sudah terlalu larut!” Luhan menujukan jemarinya pada sebuah jam yang tertempel di dinding. Jam dinding itu sudah menunjukan waktu pukul 0:15 AM.

Sehun menggeleng,”Ahniyo,Aku tidak bisa menunggu sampai besok!”

Luhan akhirnya kembali menyerah menghadapi sahabatnya yang satu ini,”Arraso!berhati-hatilah!”

“Nae,Gomawo Luhan-ah!” Sehun pun pergi meninggalkan apartement Luhan,dan segera menuju Rumah Suzy, rasanya Ia sama sekali tidak bisa menunggu hari esok, Ia harus bertemu Suzy saat ini juga, Batinnya.

Sehun menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, kali ini jalan sudah mulai sepi mungkin hanya ada beberapa mobil saja yang melaju melewati jalan ini,merasakan hal itu Sehun pun semakin menambah kecepatan mobilnya, Ah ya Ia harus menghubungi Suzy dulu untuk memastikan Suzy belum tidur ketika Ia sampai.

Sehun meraih ponselnya dari dalam saku jaket berwarna coklatnya, dalam sekejap Ia menghubungi Suzy tanpa kehilangan konsentrasinya,setelah beberapa saat namun panggilan telponnya tidak mendapat jawaban, sepertinya Suzy sudah tidur, tapi saat ini Ia benar-benar tidak peduli, Ia terus menghubungi Suzy hingga tanpa sengaja ponselnya terjatuh, Aishh Sehun mencoba meraih ponselnya yang terjatuh kebawah jok mobilnya, Ia terus berusaha meraih ponselnya itu tanpa kehilangan konsentrasinya namun kenyataan berkata lain, Ia lengah tiba-tiba saja ada sebuah mobil dari arah berlawanan yang melaju dengan begitu cepat menuju kearahnya, sontak dengan reflex Sehun segera mengalihkan mobilnya menuju ke arah lain dan BRUAK!!!!!

Mobil Sehun menabrak pembatas jalan di sebuah jembatan yang Ia lewati, Mobil Hitam itu menghantam pembatas jalan dengan begitu kuat,dan mendarat disebuah sungai yang terletak dibawah jembatan itu.

***

Keesokan Harinya……

Suzy’s Pov

“Mwo?Apa yang kau pikirkan!Kau gila Oh Yan Shuk!!!” Terdengar suara Eomma yang cukup keras, Aku mengerjapkan kedua mataku berusaha untuk membukanya secara perlahan-lahan.

“Tapi Min Young-ah!Saat ini aku benar-benar butuh bantuannya!” Kali ini terdengar suara seorang Pria, Akhirnya aku berhasil membuka kedua mataku, Dengan siapa Eomma berbicara begitu keras pagi-pagi seperti ini?!Pikirku dalam hati.

Karena penasaran,ku langkahkan kedua kakiku keluar dari kamar, Kini dapat kulihat sosok Eomma yang sepertinya sedang berbicara serius dengan seseorang, Ah bagaimana mungkin Pria itu adalah Appa? Apa yang Ia lakukan pagi-pagi begini.

“Kau tidak memikirkan perasaan Suzy? Tega-teganya Kau merelakan Ia untuk berkorban!” Aku mengerutkan keningku, Apa-apaan ini? Mengapa Eoomma menyebut-nyebut namaku?! Aku putuskan untuk segera keluar menemui mereka.

“Tapi…hanya Suzy yang dapat membantunya!” Wajah Appa terlihat begitu sedih dan tampak menyerahh, Apa yang sebenarnya terjadi?! Aku benar-benar tidak mengerti.

“Appa?Eomma?Apa yang terjadi?!” Tanyaku pada mereka,seketika keadaan menjadi begitu hening.

“Suzy-ya!Apa Mohon,kau mau membantu Appa!” Appa menatapku penuh harap.

“Ap….ppa? Apa yang Appa maksud?!” Tanyaku tidak mengerti, kulirik kini raut wajah Eoomma benar-benar nampak putus asa.

“Suzy-ya!dengar!Kau masih ingat ketika Appa bilang kau punya Kakak Laki-laki?!”

Aku mengangguk pelan,sebuah firasat yang tidak mengenakan terbentang didalam pikiranku, “Lalu?!”

“Saat ini Ia berada dalam keadaan koma,Suzy-ya!Ia baru saja mengalami kecelakaan!”

“Mwo?!”Tanyaku tak percaya.

“Hatinya mengalami kerusakan,Saat ini Ia membutuhkan donor hati!” Appa menjelaskan, aku tau betul saat ini Appa benar-benar sedang dalam keadaan terpukul, dari raut wajahnya yang sudah terlihat begitu pucat dan putus asa.

“Kau tak perlu melakukannya,Suzy-ya!” Kudengar Suarra Eomma,dari kejauhan. Aku tau setelah menerima segala perlakukan Appa selama ini, Eomma pasti akan merasa berat hati namun Bagaimana bisa aku hanya berdiam diri sementara saudara kandungku sedang dalam keadaan kritis.

“Ap…pa yang bisa aku lakukan untuk membantunya?!” Tanya ku ragu-ragu pada Appa.

“Kau saudara kandungnya,Suzy-ya!Kau bisa mendonorkan hatiimu untuknya!” Ucap Appa.

Aku mencoba berpikir,lalu kualihkan pandanganku pada Eomma yang ternyata sedang menatapku sedih, “Eomma!Kumohon biarkan aku melakukannya!”

Eomma tak menjawab,”Eomma!!Kumohon!” Kali ini Aku benar-benar memohon pada Eomma, akhirnya Eomma menganggukan kepalanya lalu tersenyum kecil, “Gomawo,Eomma!”

“Suzy-ya!jadi kau bersedia melakukannya?!” Appa menatapku tak percaya.

Aku mengangguk,”Nae,Appa!”

Kini dapat kulihat sebuah kelegaan di wajah Appa,”Gomawoo,Suzy-ya!Appa benar berterima kasih!”

Suzy-ya,Mianhe!Appa benar-benar minta maaf! Appa tau segala keputusan yang baru saja Appa ambil akan menyakiti hatimu,tapi Appa benar-benar tidak mempunyai pilihan Suzy-ya! Bagaimanapun Keadaan Sehun saat ini benar-benar akan semakin memburuk,dan hanya kau satu-satunya yang dapat membantunya, dan Appa tau kau pasti akan bisa mengerti Suzy-ya!Jeongmal Mianhe!  Batin Appa dalam hatinya.

Aku hanya tersenyum,aku sudah memutuskan dan aku tau mungkin ini adalah keputusan yang terbaik.

Proses operasi pendonoran hati akan dilakukan hari ini juga, tepatnya pada pukul 10 pm, Appa memutuskan untuk pergi kerumah sakit terlebih dahulu sementara Aku akan menyusul bersama Eomma. Rasanya kejadian ini terjadi dengan begitu cepat,pikirku dalam hati.

“Eomma,ayo kita pergi!Kajja!” Aku meraih tangan Eomma yang masih terdiam menatapku,sepertinya Eomma begitu khawatir.

“Suzy-ya?!Kau yakin akan melakukannya?!”

Aku mengangguk,”Aku yakin,Eomma!Bagaimana pun Ia tetap Oppa-ku!” Eomma tersenyum menatapku, kami pun segera masuk kedalam taksi dan segera pergi ke Seoul Hospital.

Ditengah-tengah perjalanan aku baru saja teringat bahwa sejak pagi aku sama sekali tidak mengecek ponselku, Aish Sehun pasti akan Khawatir jika aku tidak mengabarinya,sesegera mungkin kuraih ponselku yang terdapat didalam tas, kini kulihat ada banyak panggilan masuk yang tak terjawab berasal dari Sehun, benar saja Batinku. Tapi…..aku mengerutkan kening, panggilan ini terjadi pada pukul 01:00 AM, tengah malam tadi. Apa yang terjadi pada Sehun?aku pun memutuskan untuk segera menghubunginya kembali, namun sayang sekali ponselnya mati, aku mendesah pelan sedikit kekhawatiran merasuki diriku, namun hal itu segera kubuang jauh-jauh. Akhirnya kuputuskan untuk mengiriminya sebuah pesan singkat,

To   : Sehun-na ♥

Sehun-na!!Mianhe aku tidak menjawab telponmu semalam, hari ini aku akan melakukan donor hatiku untuk Oppa-ku! Kau tau? ternyata selama ini aku memiliki Oppa!^^ jangan khawatir aku akan baik-baik saja, saranghae Sehun-na^^

“Suzy-ya! Kajja,kita sudah sampai!” Aku dan Eomma turun dari taksi tepat didepan Seoul Hospital, sedikit perasaan khawatir kini menyelimutiku.

Aku dan Eomma berjalan menuju keruangan yang tadi sudah Appa informasikan, kini kulihat Appa sedang berdiri didepan pintu ruang ICU bersama dengan seorang wanita yang mungkin sudah tidak muda lagi, Ahh aku tau Ia pasti Istri Appa saat ini.

“Suzy-ya!Min Young-ah!Kalian datang!Gomawo!” Ucapnya penuh harap.

Aku tersenyum pada Appa,kini kulihat ahjumma itu datang menghampiriku, kedua matanya begitu sembab sepertinya Ia tak berhenti menangis, wajahnya pun begitu pucat, Aish aku tak bisa membayangkan jika hal seperti ini terjadi pada Eomma.

“Kau pasti Suzy-ya?!Ahjumma benar-benar berterima kasih padamu Suzy-ya!” Ucapnya lembut,kulihat air matanya mengalir dari pelupuk matanya.

“Aku benar-benar minta maaf Min Youngie, aku tau tak sepantasnya aku berdiri dihadapanmu saat ini, tapi aku benar benar tak punya pilihan!” Tangis Ahjumma itu kembali pecah begitu melihat dan berbicara dengan Eomma, dan kulihat kini air mata Eomma pun mengalir, Eomma memeluk Ahjumma itu dengan lembut, “Ahniyo,aku mengerti perasaan mu Min Jung-ah!”

Eomma benar-benar hebat,aku tau saat ini Ia pasti sedang membuang segala keegoisannya,dan berusaha untuk melupakan apa yang pernah terjadi. Aku memutuskan untuk meninggalkan Eomma dan Ahjumma itu berbicara berdua begitu Appa menghampiriku.

“Suzy-ya!Operasinya ditunda sampai pukul 01 PM!”

Aku menatap Appa,”Jinjja?Baiklah!”

“Apa kau mau bertemu dengannya terlebih dahulu?!” Tawar Appa, aku terdiam lalu mengangguk pelan.

“Suzy-ya!Sekali lagi apa benar-benar minta maaf!Appa tau ini pasti berat untukmu, tapi takdir telah memutuskan dan kita semua sama sekali tidak bisa menghindarinya!” Ucap Appa pelan.

“Apa yang Appa maksud?aku sama sekali tidak mengerti!” Tanyaku heran, sementara itu Appa hanya tersenyum pahit.

“Setelah kau menemuinya,kau akan mengerti!”

Aku pun melangkahkan kedua kakiku masuk kedalam ruang ICU yang terasa begitu dingin, kini jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya aku benar-benar merasakan perasaan yang begitu aneh, perlahan-lahan ku langkahkan kakiku menuju ke bagian tengah ruangan itu, Kini aku sudah berada tepat dibalik sebuah gorden yang menutupi keberadaan Oppa-ku itu,aku menarik nafas panjang lalu secara perlahan membuka hordeng itu.

DEG!!

Tubuhku terhempas ke lantai,detak jantungku serasa berhenti seketika, seluruh darahku membeku, kini tubuhku bagai mematung,Tiba-tiba saja air mataku mengalir keluar dari pelupuk mata,Bagaimana bisa? Kedua mata ku membulat tak percaya, begitu kulihat sosok yang sedang terbaring tak berdaya dihadapanku.

“Se…Sehun-na?!” Tangisku pecah begitu memanggil namanya, Apa yang sebenarnya terjadi? Rasanya saat itu juga aku benar-benar ingin berteriak, Kenapa Sehun bisa berada disini? Air mataku mengalir deras,tubuhku kini benar-benar terasa lemas, begitu banyak hal kini yang merasuk kedalam pikiranku.

“Sehun-na!” Panggilku lagi,namun tak ada jawaban apapun dari Sehun,Ia haya terdiam sambil memejamkan kedua matanya.

“Sehun-na!!bangunlah!!!Apa yang terjadi padamu?!” Kucoba untuk membangunkannya dengan menggerak-gerakan tubuhnya,namun Sehun sama sekali tidak merespon. Setetes-demi tetes air mataku membasahi lengannya kini,aku benar-benar tak percaya dengan apa yang saat ini kulihat. Dalam sekejap semuanya mejadi berputar,hingga membuatku ingin terjatuh, dan BRUK!!!!

Dapat kurasakan kini seseorang sedang menahan tubuhku yang hampir terjatuh,”Suzy-ya!Bertahanlah!”

Aku mengerjapkan kedua mataku yang saat ini terasa begitu berat,dapat kulihat sesosok namja yang begitu kukenali,”Lu..Luhan Oppa?!” Tanyaku tak percaya.

Luhan Oppa membawaku kesebuah Sofa,”Suzy-ya!aku yakin kau bisa mengerti!” Ucapnya lembut.

“OPPA?!!Kau bilang apa?mengerti?! Aku bahkan tidak mengetahui apapun!!!” Kini kesabaranku habis, entah apa yang kupikirkan hingga berani membentak Luhan Oppa.

“Suzy-ya!Kumohon!” Ucapnya lagi.

Air mataku kembali menets, tangisku kembali pecah,”Oppa!Apa yang sebenarnya terjadi?!”

“Suzy-ya!Appa mu akan menjelaskannya!” Luhan Oppa tersenyum,lalu menggiringku keluar dari ruangan itu, kini kulihat Appa sedang berdiri diluar sambil menatapku sedih.

Kuhampiri Appa,”APPA?!!APA YANG SEBENARNYA TERJADI?!” Emosiku meluap begitu melihatnya.

“Suzy-ya!tenanglah,dengarkan Appa dulu!” Appa menyentuh lenganku lembut,dengan kasar segera kujauhkan diriku dari dirinya.

“JANGAN SENTUH AKU!”

Kulihat wajah Appa nampak begitu sedih,tapi emosi dalam diriku seakan meluap tak terkalahkan.

“Suzy,ya!Oh Sehun adalah Kakak Laki-lakimu! Ia adalah anak,Appa!”  Seluruh tubuhku terasa melemas, kini aku benar-benar jatuh tertunduk dilantai, air mataku perlahan-lahan mengalir, tangisku kembali pecah.

“Appa,pasti salah?Bagaimana mungkin?!” Ucapku pelan.

“Ahniyo,Sehun adalah saudara kandungmu Suzy-ya!”

Kali ini jantung ku seperti berteriak ingin melompat keluar,sekujur tubuhku terasa dingin, dapat kulihat Eomma menghampiriku dan memeluku, “Suzy-ya!Jangan seperti ini!!”

Aku mengeratkan pelukan Eomma,rasanya energy ku sudah terbuang habis aku benar-benar tak bisa mengatakan apa-pun lagi, “Eoomma!bagaimana mungkin?!”

“Eomma,bahkan tau bagaimana aku menyayanginya?Waeyo?Kenapa harus kami?” Aku benar-benar terisak mengetahui kebenaran yang mengerikan ini.

Tangisku kembali pecah,”Eomma!!!Apa yang harus aku lakukan?!!!!!” Eomma hanya terus memelukku, aku tau Eomma pasti dapat mengerti perasaan sakit ku, perasaan ku yang benar-benar dikejutkan dengan hal ini.

***

Author’s Pov

Suzy menatap Sehun yang masih terbaring lemah dihadapannya,Air matanya kembali menetes, “Sehun-na! Katakanlah,apa yang harus aku lakukan?!”

“Sehun-na!Kau tau betapa aku mencintaimu?Bagaimana bisa ternyata kau adalah Oppa-ku?!” Suzy menggenggam tangan Sehun dengan kedua tangannya.

“Suzy-ya!” Terdengar Suara Luhan,kini Ia sudah berada tepat disebelah Suzy.

“Oppa,kau sudah tau mengenai hal ini?!”

Luhan mengangguk pelan, “Malam itu Sehun datang ke apartementku dan menceritakan semuanya!”

“Hingga akhirnya Ia memutuskan untuk menemuimu saat itu juga, dan terjadilah kecelakaan mengerikan ini!” Air mata Suzy kembali menetes ketika mendengar kalimat yang baru saja diucapkan oleh Luhan, “Oppa,kau tau? Sehun-na benar benar Nappeun Namja,Ia sangat Pabo!”

Luhan hanya terdiam Ia tau betul perasaan sakit Suzy saat ini,”Oppa!”

“Hmm?!”

Suzy terdiam,tatapannya terlihat sangat kosong, keadaannya bahkan lebih parah dari keadaan Sehun malam itu, Suzy memanglah mengalami hal yang lebih berat, begitu tau Sehun adalah saudara kandungnya, Ia juga harus menerima kenyataan bahwa keadaan Sehun saat ini benar-benar mengkhawatirkan.

“Oppa,Kau tau?Rasanya takdir begitu kejam dalam menentukan sesuatu!” Ucap Suzy pelan.

“Takdir bahkan mempertemukan Kami dalam keadaan seperti ini!” Suzy menatap Luhan penuh arti, “Oppa kau tau? bagaimana perasaanku saat ini?! aku benar-benar hancur Oppa!” Ucap Suzy lagi,kali ini Ia berusaha terlihat tegar, Ia menahan semua air matanya.

Luhan mendekati Suzy,lalu memeluknya,”Aku tau kau bisa mengerti Suzy-ya!Kau harus tau Sehun sangat menyayangimu,lebih dari hidupnya!” Tangis Suzy kembali pecah.

Akhirnya waktu operasi pun tiba,”Yak!Sehun-na,mungkin ini adalah akhir dari semuanya,bahkan hingga saat ini aku akan membiarkanmu membawa sedikit bagian dari hatiku padamu!Sebagian kecil hatiku itu akan mengobati segala rasa sakit yang akan kita temui dikemudian hari nya!Sehun-na,ini yang terakhir Mianhe dan Saranghae!” Suzy memejamkan kedua matanya,air matanya pun kembali mengalir, dan operasi pun akhirnya segera dimulai.

***

Sebulan Kemudian

Sehun menjalankan mobil hitamnya menuju ke rumah Suzy, sudah 1 bulan berlalu semenjak Ia mengalami kecelakaan itu dan sudah 1 bulan berlalu juga ketika mereka harus menerima kenyataan yang paling menyakitkan dalam hidup mereka.

“Suzy-ya!” Panggil Sehun pada Suzy yang terlihat sedang membaca sebuah buku di teras halaman rumahnya.

“Sehun-na?!” Suzy cukup terkejut melihat sosok Sehun yang kini sudah berdiri dihadapannya.

“Kau mau ikut aku sebentar?!”

DEG!! Suzy paham betul perasaan sakit didalam hatinya saat ini,Ia berusaha menahannya dan merasakannya, Ia tidak akan pernah lari dari kenyataan ini, “Baiklah,Kajja!”

Sehun dan Suzy masuk kedalam mobil, mereka menuju kesuatu tempat yang sangat tidak asing bagi mereka, Seoul Tower. Namun cuaca malam ini tidak cerah bahkan terlihat mendung, namun pemandangan malamnya benar-benar masih terlihat indah.

“Sehun-na!kenapa kau membawaku kesini?!” Tanya Suzy pelan.

Rasa sakit kini terasa didalam dada Sehun begitu melihat keadaan Suzy yang seperti ini, tapi Ia tau Suzy telah memilih dan inilah jalan yang harus mereka ambil,”Kau tau sekarang tanggal berapa?Aku akan menepati janjiku,Suzy-ya!Ini untuk yang terakhir!”

Kedua mata Suzy membulat tak percaya,”Janjimu?kau ingat?!”

Sehun mengangguk,Ia lalu mengeluarkan sebuah gitar dari dalam mobilnya, “Suzy-ya!hari ini adalah anniversary terakhir kita,aku akan menepati janjiku!”

Tanpa Suzy sadari air matanya kembali menetes,namun dengan cepat Ia segera menghapusnya. Ia yakin Ia pasti bisa mengatasi perasaannya, Sehun tersenyum lalu mulai memainkan gitarnya.

na ajikdo noreul jiul su obso
jakkujakku niga senggangna
niga nomu bogo sipo
bamse hansumdo jal su obso
ne mam changmuneul dudeurineun bissori
niga ttona borin geujari
nomunado geuriwoso
bamse hansumdo jal su obso nan
o iron oneulbamdo oneulbamdo Her.

Sehun untuk Suzy                    : “Suzy-ya,aku tau kau pasti bisa melewati semua ini! Aku tau selama ini kau bahkan mengalami hal yang lebih menyakitkan! Kau tau? terkadang aku merasa Takdir begitu kejam pada kita, tapi sekarang aku mengerti takdir memutuskan bahwa kita bersaudara saja itu sudah cukup, rasa sayangku padamu tidak akan pernah berubah,Saranghae Yeo-dongsaeng-ku”

 

Suzy untuk Sehun                    : “Sehun-na…! Ah mungkin saat ini seharusnya aku memanggilmu Oppa,ya kan? Oppa, kurasa inilah jalan yang harus kita tempuh! Sebagai seorang saudara bukannya sebagai seorang Namjachingu maupun Yeojachingu, dan aku tau Kita pasti bisa melewatinya kan? Kenyataan menyakitkan ini memang lah harus kita lewati bukan lah kita hindari, jadi berjanjilah padaku Oppa ,kau akan selalu berbahagia menjalani kehidupanmu, Saranghae Sehun-na Oppa!”

The End

 

Bbuing Bbuing Bbuing ^^ annyeong Author kembali yuhuuuu~~~ dan kali ini  kembali dengan Sehun lagi sebagai Main Castnya hehe Mianhe yaaaa #pelukciumLuhan,

 hmm Author gatau ni feel sedihnya tuh dapet apa ngga hehe Terus maaf juga ya kalo banyak typo bertebaran azekkk maklum buru-buru sampe begadang #eh

Makasih buat yang udah mau baca, Fighting!!! #bawaLuhankabur ^^

r2

Advertisements

13 thoughts on “Even If We’re Destiny

  1. hai chingu! hehe
    abis baca FFmu di exofanfict, aku langsung nyari blogmu loooooooooooh~ hohoh XD

    ish~ sediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihT3T
    dapet bgt kok feelnya :’)

    tapi ada sequelnya kaaaaan? aku mau baca dulu ah sequelnya, hihi
    ohya salam kenal thor! anggita imnida, istri Luhan juga ^^
    kkk

  2. aigo~ author mesti tanggung jawab ea… *banjir air mata* 😥
    knp jd sad ending begini… huaaaa
    keunde.. neomu jalhanda… daebakida (Y)
    oya maaf sebelumnya koreksi dikit ea thor.. klo iya itu nulis’y (Ne)..klo Nae itu untuk kepemilikan (mine) conth : nae yeoja chingu (my gf), nae sarang (my love).. hehe.. maaf bukan ngeguruin ea thor.. 🙂
    author fighting (ง •̀_•́)ง

  3. Haaaiii author….I love ur ff so much….I love exo suxy ff….and this story so sad ): lanjut baca sequelnya ya thor ((: fighting!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s